Nail art adalah salah satu cara paling menyenangkan untuk mengekspresikan kepribadian—mulai dari warna pastel kalem, glitter glam, hingga desain 3D yang unik. Tapi muncul pertanyaan yang sering bikin ragu: “Kalau sering gonta-ganti nail art, apakah kuku bisa cepat rusak?”
Jawabannya: bisa, tapi tidak selalu. Kuku tidak akan rusak hanya karena sering diganti nail art—yang membuat kuku rusak adalah kurangnya perawatan sebelum dan sesudah proses nail art dilakukan.
Kenapa Nail Art Bisa Membuat Kuku Terlihat Kering dan Rapuh?
Proses nail art biasanya melibatkan beberapa hal seperti:
- Pengamplasan permukaan kuku
- Penggunaan gel polish atau acrylic
- Pengeringan dengan UV/LED lamp
- Penghapusan kuteks menggunakan remover berbasis aseton
Beberapa hal tersebut bisa membuat kuku:
- Kehilangan minyak alami (natural oil)
- Menjadi lebih tipis
- Terlihat kusam
- Terasa kering dan mudah patah
Namun, bukan berarti kamu harus berhenti menghias kuku. Kamu hanya perlu melakukan langkah perawatan yang benar.
Penyebab Kuku Rusak Ketika Sering Nail Art
- Tidak Menggunakan Dasar Perlindungan (Base Coat)
Base coat penting untuk melindungi lapisan kuku dari pewarnaan langsung dan bahan kimia. - Sering Menghapus Kuku dengan Aseton dalam Jumlah Berlebih
Aseton dapat mengangkat kelembapan alami kuku jika digunakan tanpa kontrol. - Kuku Tidak Mendapatkan Nutrisi & Hidrasi
Kuku juga butuh pelembap sama seperti kulit. - Kutikula Tidak Dijaga
Kutikula adalah pelindung alami kuku—jika rusak, kuku jadi lebih rentan.
Cara Agar Kuku Tetap Sehat Walaupun Sering Gonta-Ganti Nail Art
1. Gunakan Pelembap Sebelum Nail Art
Sebelum mulai mengaplikasikan nail art, oleskan hand cream atau lotion untuk menjaga area tangan dan kutikula tetap lembut. Ini membantu mencegah iritasi selama proses.
2. Aplikasikan Serum atau Minyak Kutikula
Sebelum nail art, oleskan nail serum atau cuticle oil untuk memperkuat lapisan kuku.
IIni membantu kuku lebih tahan terhadap bahan keras seperti gel polish dan lem nail extension.
3. Jangan Lewatkan Base Coat
Base coat berfungsi sebagai perisai pelindung agar bahan nail art tidak langsung menempel ke permukaan kuku dan membuatnya menipis.
4. Gunakan Nail Polish Remover yang Tidak Bikin Kuku Kering
Pilih remover yang:
- Efektif menghapus kuteks
- Tidak membuat kuku terasa kasar
- Tidak membuat permukaan kuku cepat mengelupas
5. Beri Waktu Istirahat untuk Kuku
Setelah melepas nail art, biarkan kuku tanpa cat selama 2–4 hari. Gunakan waktu ini untuk:
- Mengoleskan nail serum harian
- Menghidrasi kutikula
- Menormalkan minyak alami kuku
Evelyn Nail Polish Remover Cocok Untuk Pengguna Nail Art Rutin?
Evelyn Nail Polish Remover membantu menghapus kuteks dengan lembut — sehingga kuku tetap bersih tanpa kehilangan kelembapan alaminya.
| Kelebihan | Manfaat untuk Kuku |
| Formula ringan dan nyaman | Tidak membuat kuku perih saat proses penghapusan |
| Menghapus kuteks dengan cepat | Tidak perlu menggosok keras → kuku tidak mudah tergores |
| Tidak membuat kuku kering | Permukaan kuku tetap halus dan lembap |
| Cocok untuk pemakaian rutin | Aman digunakan meskipun sering gonta-ganti warna |
Merawat kuku itu sebenarnya sederhana, yang penting kamu tahu produk yang tepat dan cara penggunaannya. Gonta-ganti warna kuku atau nail art bukan masalah, selama kamu tetap memperhatikan kesehatan kukumu, menjaga kelembapan, dan memilih remover yang lembut untuk membersihkan tanpa merusak.
Evelyn Nail Polish Remover hadir sebagai solusi perawatan kuku sehari-hari. Formula lembutnya membantu menghapus kuteks dengan efektif tanpa rasa perih, tidak membuat kuku kering, dan tetap menjaga kelembapannya. Setiap kali kamu ingin ganti warna, kukumu tetap bersih, sehat, dan tidak rapuh.
Yuk, rawat kukumu mulai sekarang dengan #Evelyn — biar tetap cantik dan lembap di setiap sentuhan. Karena kuku indah itu bukan cuma soal warna, tapi juga kesehatannya.
Baca Juga: Apakah Kulitmu Sudah Dapat Asupan Vitamin yang Cukup?


